Benarkah Bentuk dan Ukuran Vagina Wanita Asia Paling Bagus? - Okezone

loading...
Partnership AdAsia

MEMILIKI tubuh yang seksi dan mempesona merupakan impian setiap wanita. Ya, banyak cara untuk mengukur apakah seorang wanita itu seksi atau tidak. Ukuran payudara, kaki tak berbulu dan berbagai macam hal lainnya dipercaya sebagai sesuatu ukuran standar untuk menggambarkan kecantikan wanita.

Ilmu pengetahuan telah menunjukkan bahwa cara yang tidak praktis ini telah merusak dan berdampak pada harga diri wanita. Lebih parahnya lagi jika keseksian seorang wanita dinilai dari memiliki vagina yang ketat.

Bentuk vagina ketat memang dihargai hampir setiap masyarakat dan budaya yang memiliki akar patriarki. Mereka menganggap vagina ketat sebagai indikasi keperawanan dan kesucian, berasal dari keyakinan bahwa wanita adalah properti, untuk tetap tidak tersentuh kecuali oleh suami mereka.

 (Baca Juga:10 Pertanyaan dan Jawaban di Q&A Raden Rauf yang Paling Menohok Tapi Bikin Ngakak[1])

Tetapi pada tingkat besar, vagina yang ketat juga dilihat sebagai karakteristik yang sangat menarik. Operasi peremajaan vagina bahkan latihan Kegel semuanya dilakukan karena mereka yakin bahwa semakin ketat vagina maka akan lebih baik.

Umumnya stereotip ini banyak berpengaruh pada wanita di Asia. Tidak jelas dari manakah mitos ini berasal, tetapi banyak yang menduga perilaku ini berasal dari kolonialisme. Seorang jurnalis, Patricia Park, menelusuri seksualitas ini dengan kembali ke Perang Korea dan Vietnam, ketika Amerika Serikat membentuk angkatan militer.

Ribuan wanita Asia, termasuk wanita Thailand dan Filipina, diperdagangkan dan dipaksa menjadi pelacur untuk memuaskan tentara Amerika. Akibatnya, pertemuan pertama pria kulit putih dengan wanita Asia berada dalam konteks penaklukan militer dan dominasi seksual.

 (Baca Juga:Berada di New York, Selena Gomez Pakai Sepatu Mirip Kaus Kaki Seharga Rp17 Juta[2])

Dalam Journal of American Philosophical Association, Robin Zheng menyatakan bahwa sejarah ini telah membentuk cara orang melihat wanita Asia hingga hari ini. Stereotip Hollywood kebanyakan menggambarkan wanita Asia secara seksual.

Seorang pria kulit putih berusia 27 tahun, yang namanya tidak mau disebutkan, berbagi informasi di mana ia berpikir bahwa wanita Asia memiliki vagina yang lebih ketat.

"Pornografi berkontribusi banyak pada gagasan ini. Ada banyak pornografi, yang memasangkan wanita Asia dengan pria kulit hitam. Mereka mempermainkan stereotip seksual tersebut. Jadi, saya pikir itu secara inheren adalah sesuatu yang telah tertanam dalam para pria," tuturnya, sebagaimana dilansir dari Healthline, Rabu (12/9/2018).

 Benarkah Bentuk dan Ukuran Vagina Wanita Asia Paling Bagus? - Okezone

Namun, mitos ini tidak hanya beredar di kalangan pria. Sejumlah perempuan juga ikut memegang teguh stereotip ini. Michelle Eigenheer, seorang wanita berketurunan Korea dari Louisville, Kentucky, mengenang pengalaman di mana ginekolognya beralih ke spekulum yang biasanya disediakan untuk remaja di tengah-tengah pemeriksaan.

"Ini mungkin lebih berkaitan dengan fakta bahwa saya tegang daripada perbedaan biologis yang sebenarnya. Tapi itu membuatku bertanya-tanya apakah ini nyata?" tutur Eigenheer.

Jenny Snyder, seorang wanita keturunan Asia berusia 27 tahun yang juga berasal dari Louisville, mengatakan bahwa teman wanita kulit putihnya mengatakan saat ia berada di bangku sekolah menengah jika vaginanya miring.

"Dia benar-benar bertanya apakah vagina saya horizontal. Dia juga berpikir bahwa pantat saya retak dan berbentuk miring pula," ujar Snyder.

Sebagian besar wanita Asia pertama kali menemukan stereotip ini ketika mereka mulai berhubungan seks dengan pria. Grace Que, seorang wanita blasteran China Amerika berusia 19 tahun dari Chicago, mengatakan bahwa dia telah mendengar pendapat tersebut dilontarkan oleh beberapa orang dalam budaya pop.

Tetapi dia tidak mengalaminya sendiri hingga mulai berhubungan seks. Saat itu pasangannya mengomentari sensasi yang ia rasakan saat berhubungan seks dengan Grace. "Ya Tuhan, kamu begitu ketat," ujar kekasih Grace.

Tak hanya itu, Jennifer Osaki, seorang wanita blasteran Jepang Amerika berusia 23 tahun yang dibesarkan di Los Angeles, California, memiliki pengalaman serupa. Dia mendengar tentang stereotip ini dari teman-teman laki-lakinya di perguruan tinggi.

 (Baca Juga:Kucing Peluk HP karena Kangen sama Majikan yang Sudah Meninggal, Videonya Bikin Haru![3])

Meski demikian ia tidak mengalaminya sendiri hingga dia berkencan dengan seorang pria kulit putih. Sang kekasih mengatakan kepadanya bahwa dia pikir gadis-gadis Asia adalah yang terbaik karena vagina mereka lebih ketat.

"Saya tertawa dengan canggung karena pada saat ini, saya pikir itu adalah hal yang baik," kata Osaki.

Memang, label memiliki vagina yang lebih ketat secara dipercaya sebagai hal yang baik oleh banyak wanita Asia.

"Jika vagina ketat adalah benar-benar hal yang baik, saya sungguh berharap saya memilikinya. Jelas seks akan lebih dihargai oleh orang lain. Banyak teman pria saya mengatakan vagina ketat sangat, sangat, sangat bagus," tambah Que.

Zoe Peyronnin, seorang wanita berketurunan Asia Amerika berusia 21 tahun yang dibesarkan di New York, menggemakan sentimen ini. Meskipun ia mengemukakan kekhawatiran bahwa stereotip ini mungkin memiliki potensi untuk menyuarakan perempuan Asia. Ia akhirnya menyimpulkan secara pribadi, gagasan memiliki vagina yang ketat adalah baik, setidaknya secara seksual.

(tam)

sumber

0 Response to "Benarkah Bentuk dan Ukuran Vagina Wanita Asia Paling Bagus? - Okezone"